Search

Pembangunan Zona Integritas

  Dengarkan Berita Ini


BPMJP Perkuat Komitmen Zona Integritas untuk Mendukung Indonesia Emas 2045 Suci Ingrid Daniati, Kepala Balai Pelatihan SDM Metrologi, Mutu, dan Jasa Perdagangan (BPMJP) menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) merupakan bagian dari kontribusi nyata BPMJP dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. Menurutnya, Indonesia Emas 2045 bukan sekadar cita-cita, melainkan tujuan yang dapat dicapai apabila seluruh elemen bangsa bekerja secara konsisten, termasuk dengan membangun birokrasi yang bersih, profesional, transparan, dan akuntabel. Birokrasi yang bebas dari korupsi akan menciptakan iklim pelayanan publik yang berkualitas, meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta mendukung daya saing nasional. “Kami percaya Indonesia Emas 2045 itu nyata. Namun, untuk mencapainya diperlukan fondasi yang kuat, salah satunya adalah birokrasi yang bersih dan berintegritas. Karena itu, BPMJP terus berkomitmen mengimplementasikan nilai-nilai integritas dalam setiap pelayanan, pelatihan, dan pengambilan keputusan,” ujarnya. Lebih lanjut, BPMJP memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui jalur pendidikan nonformal, khususnya pelatihan dan pengembangan kompetensi di bidang metrologi, mutu, dan jasa perdagangan. Peran tersebut sejalan dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang menyatakan bahwa pendidikan nonformal berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat. Selain itu, pelaksanaan pelatihan juga didukung oleh Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan yang mengatur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan sebagai bagian dari pengembangan kompetensi masyarakat. Melalui pelatihan yang berkualitas dan penyelenggaraan layanan yang berintegritas, BPMJP optimistis dapat berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia unggul, berdaya saing, dan berkarakter, sehingga turut mempercepat terwujudnya visi Indonesia Emas 2045. Dukungan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar cita-cita tersebut dapat diwujudkan bersama.