Kabupaten Tangerang, 19 Oktober 2026 – Menteri Perdagangan Budi Santoso bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia secara resmi membuka Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 Tahun 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (14/10). Dalam sambutannya, Menko Bahlil menyampaikan bahwa pengelolaan sumber daya alam yang optimal menjadi salah satu langkah strategis untuk membawa Indonesia menjadi negara maju. Pemerintah terus mendorong hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi. Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan, para buyer mancanegara dan pengunjung pameran antusias menyambut TEI ke-41. Hingga pembukaan pameran, telah terdaftar buyer dari 134 negara dan 1.873 ekshibitor. Tahun ini, TEI ke-41 menargetkan 30.000 pengunjung dan potensi transaksi senilai USD 17,5 miliar. Mendag Busan juga mengungkapkan bahwa pada hari pertama pameran akan ditandatangani 168 nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara eksportir Indonesia dan buyer dari 22 negara. Mendag menambahkan, penyelenggaraan TEI ke-41 sejalan dengan tiga program prioritas Kemendag, yaitu Pengamanan Pasar Dalam Negeri, Perluasan Pasar Ekspor, dan Dari Lokal untuk Global. Ketiga program tersebut diarahkan untuk meningkatkan daya saing produk lokal, memperluas akses pasar internasional, serta mendorong lebih banyak pelaku usaha nasional memasuki pasar ekspor. Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyoroti semakin terbukanya peluang ekspor Indonesia ke pasar nontradisional, khususnya kawasan Asia Selatan dan Afrika. “Pasar kita berkembang ke negara-negara mitra baru yang tidak kita duga, ternyata potensinya luar biasa, terutama Asia Selatan yang pertumbuhannya paling tinggi. Ada Bangladesh, Pakistan, India. Kemudian, kita masuk juga ke Afrika,” ungkap Menko Zulkifli Hasan. Acara pembukaan turut dihadiri para Menteri Kabinet, para Anggota DPR RI, para Ketua Asosiasi, para Duta Besar Negara Sahabat, dan para buyer mancanegara. Keterlibatan BPSDMP Kemendag di TEI ke-41 Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perdagangan (BPSDMP) Kementerian Perdagangan turut berpartisipasi dalam TEI ke-41 dengan menghadirkan paviliun “Trade Talent Hub” bertajuk “Tumbuh Bersama Majukan Perdagangan”. Pada pavilion ini menampilkan berbagai layanan pengembangan SDM perdagangan, antara lain Export Coaching Program, layanan vokasi AKMET, Export Training Center, ASN Training Center, Export School, Trade Corporate University, dan Layanan Jabatan Fungsional Perdagangan. Di sela penyelenggaraan TEI ke-41, pada hari Jum’at, 16 Oktober 2026 Menteri Perdagangan Budi Santoso menyaksikan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BPSDMP Kemendag dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN). PKS ini ditandatangani oleh Kepala BPSDMP Kemendag, Djatmiko Bris Witjaksono, dan Deputi Bidang Akreditasi sekaligus Plt. Sekretaris Utama BSN, Wahyu Purbowasito Setyo Waskito. Mendag menyatakan, Kemendag berkomitmen untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkungan Kementerian Perdagangan. Menurutnya, peningkatan kompetensi SDM dan standar mutu layanan dapat mendukung kinerja pegawai yang merupakan aset dalam memperkuat ekspor. Penandatanganan PKS ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kompetensi SDM di Kemendag. Mendukung pernyataan Mendag, Kepala BPSDMP Djatmiko Bris Witjaksono menyampaikan bahwa untuk memberikan pelayanan dari unit organisasi kepada masyarakat diperlukan jaminan mutu yang terbaik. Untuk itu, BPSDMP memerlukan pendampingan dari BSN. Kepala BSN, Donny Purnomo Januardhi, mendukung penerapan sistem manajemen mutu terintegrasi oleh BPSDMP Kemendag. Menurutnya, BSN telah berhasil mengintegrasikan sistem manajemen mutu di lingkungannya, dan keberhasilan tersebut juga dapat diterapkan di Kemendag. Penandatanganan PKS ini turut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kemendag, Isy Karim, dan para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Kemendag.

